Google
 

Wednesday, September 26, 2007

iSi HaTi BaPa

Anak-Ku..... ..
Saat kau bangun dipagi hari, Aku
memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepada-
Ku, walaupun
hanya sepatah kata, meminta pendapat-
Ku atau bersyukur
kepada-Ku atas sesuatu hal indah yang
terjadi di dalam
hidupmu kemarin, tetapi aku melihat
engkau begitu
sibuk mempersiapkan diri untuk pergi
bekerja.

Aku kembali menanti..... ..
Saat engkau sedang bersiap, Aku tahu
akan ada sedikit
waktu bagimu untuk berhenti dan
menyapa-Ku, tetapi
engkau terlalu sibuk.
Di satu tempat, engkau duduk di sebuah
kursi selama
lima belas menit tanpa melakukan
apapun.

Kemudian Aku melihat engkau
menggerakkan kakimu.
Aku berpikir engkau ingin berbicara
kepada-Ku, tetapi
engkau berlari ke telepon dan
menelepon seorang teman
untuk mendengarkan gosip terbaru.
Aku melihatmu ketika engkau pergi
bekerja dan Aku
menanti dengan sabar sepanjang hari.
Dengan semua kegiatanmu, Aku berpikir
engkau terlalu
sibuk untuk mengucapkan sesuatu kepada-
Ku.
Sebelum makan siang Aku melihatmu
memandang
kesekeliling, mungkin engkau merasa
malu untuk
berbicara kepada-Ku, itulah sebabnya
mengapa engkau
tidak menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja
sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara
kepada-Ku dengan
lembut sebelum mereka makan, tetapi
engkau tidak
melakukannya.

Tidak apa-apa..... ....
Masih ada waktu yang tersisa, dan Aku
berharap engkau
akan berbicara kepada-Ku, meskipun
saaat engkau pulang
ke rumah kelihatannya seakan-akan
banyak hal yang
harus kau kerjakan.
Setelah beberapa hal tersebut selesai
engkau kerjakan,
engkau menyalakan televisi, Aku tidak
tahu apakah kau
suka menonton televisi atau tidak,
hanya saja engkau
selalu ke sana dan menghabiskan banyak
waktu setiap
hari di depannya, tanpa memikirkan
apapun hanya
menikmati acara yang ditampilkan.

Kembali Aku menanti dengan sabar saat
engkau menonton
TV dan menikmati makananmu tetapi
kembali kau tidak
berbicara kepada-Ku.
Saat tidur Kupikir kau merasa terlalu
lelah. Setelah
mengucapkan selamat malam kepada
keluargamu, kau
melompat ke tempat tidur dan tertidur
tak lama
kemudian.
Tidak apa-apa karena mungkin engkau
tidak menyadari
bahwa Aku selalu hadir untukmu.
Aku telah bersabar lebih lama dari
yang kau sadari.
Aku bahkan ingin mengajarkanmu
bagaimana bersabar
terhadap orang lain.
Aku sangat mengasihimu, setiap hari
Aku menantikan
sepatah kata, doa atau pikiran atau
syukur dari
hatimu.
Baiklah... engkau bangun kembali dan
kembali.
Aku akan menanti dengan penuh kasih
bahwa hari ini kau
akan memberi-Ku sedikit waktu.
Semoga harimu menyenangkan.

Bapamu di Sorga,
(anonymous)

Wednesday, September 12, 2007

The Power of GIVE

"The money I have is in direct proportion to the value I've given to others. The more I give of myself, incredibly, the more economic power comes my way."
Tod Barnhart
Author of The Five Rituals of Wealth